Just another free Blogger theme

Pengelola

Foto saya
Pati, Jawa Tengah, Indonesia
Sugiharto, S.Pd.I, M.Pd. Lahir di Pati Jawa Tengah. 19 September 1990. Menempuh pendiidkan Mulia dari RA. Masyithah (1997), SD Kertomulyo II (2003), MI Miftahul Huda (sore 2004), MTs Raudltul Ulum (2007), MA Raudltul Ulum (2010) semuanya berada di Pati Jawa Tengah. Kemudian melanjutkan Pregram sarjana di STIT Al-Fattah siman Lamongan Jurusan PAI Lulus Tahun 2014. Lalu mengambil Program Magister di UIN Sunan Kali Jaga Fakultas Tarbiyah lulus 2019. Mengabdikan diri di MAN 1 Brebes 2019-2024, MAN 2 PATI dan Kemenag Pati
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Januari 2023

 

Judul               : Berjanji Terus Menulis

Tema               :  " Komitmen Menulis di Bolg".

Hari/tgl            : Rabu, 25 Januari 2023

Narasumber    : Drs.Dedi Dwitagama, M.Si

Moderator      : Sigit PN, SH

KBMN              : gelombang ke 28

 

Salam Blogger semua, sahabat berbagai daerah seantero Nusantara. Pertemuan kali ini berbeda dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya. Seperti pembukaan kbmn beberapa minggu yang lalu, kita bertatap muka lewat zoom meeting lagi. Melihat wajah-wajah penjuang tulis yang penuh semangat.

Dimoderatori oleh pak Sigid PN, SH, kelas malam itu berjalan meriah. Sebagai pemateri, pak Drs, Dedi Dwitagama juga membawakan materi dengan tema komitmen menulis blog dengan apik. Bicaranya sudah sangat terlatih. Bagai penyiar yang terbiasa tampil dilayar-layar televisi, suara dan nada bicaranya sangat cocok dengan gendang telinga kami.

Awal saya melihat beliau di layar laptop, saya kira dia orang papua. Dengan kumis dan brewok yang khas, dari kejauhan kesan orang timur yang saya tangkap. Tapi setelah beliau memperkenalkan diri dan memberi arahan agar kami searching nama beliau di google. Baru kukutahui siapa beliau. Namanya lumayan familiar didunia maya. Terlebih sebagai blogger ternama.

Kami diperkenankan berkomentar apa saja tentang beliau. Mulai dari alamat, profesi, dan berbagai prestasi yang telah ia raih. Teman-teman antusias bertanya. Ada yang bertanya tentang menumbuhkan menulis di blog, tips membagi waktu untuk menulis, motivasi menulis sampai bagaimana agar blog bisa menghasilkan cuan.

Pak dedy ini memang luar biasa, berkat tulisannya di blog yang dilakukan secara konsisten, dia telah berkeliling berbagai daerah di Indonesia. Menyaksikan keindahan alam yang aduhai di pandang mata. Orang-orang mengenal pak dedy dari dunia maya yang diseriusi. Perlahan tapi pasti kesuksesannya kini dia bangun dari nol. Merangkak, bertumbuh hingga kini 7000 tulisan yang telah terabadikan dalam blog.

Tulisannya bermacam-macam, bisa kisah saat ia berlibur di suatu tempat, kejadian seru dikelas, bahkan foto Bersama keluarga bisa menjadi bahan tulisan yang menarik dibaca. Intinya menulis, menulis aja dulu. Dan saya setuju dengan pendapat beliau ini. dalam benakku saya berfikir, benar juga kata orang ini. kalau hanya berangan-angan tanpa aksi tulisan tidak akan pernah jadi.

Ada kata-kata pak dedi yang masih teringat, teruslah menulis. Setahun dua tahun sampai tiga tahun hingga kita menjadi ahli. Ketekunan yang dibangun menjadi keahlian yang tidak kita sadari. Mungkin itu yang dimaksud oleh beliau.

Ketika menjadi ahli, pekerjaan yang mencari kita, bukan kita yang mencari pekerjaan. Hal serupa juga pernah saya dengar dari cak Nun. Bahwa kita harus punya satu bidang yang benar-benar kita ahli didalamnya. Satu yang benar-benar dikuasai. Benar-benar mendalam kemampuan kita. Mengalahkan yang lain. Perlahan orang akan mengenal kita. Mereka akan mencari, mengundang dan membutuhkan keahlian kita.

Pak dedi bisa dikenal seperti sekarang juga telah melakukan proses tersebut, proses melelahkan dengan konsistensi tinggi. Tidak mempedulikan perkataan dan bullian orang lain. Biarkan mereka berkata apa, kita tetap melanjutkan proyek masa depan.

Satu lagi, kalau menulis jangan terlalu kaku dengan aturan, terobos aturan jika itu mengekang kita. Lambat laun akan menemukan jati diri kita dalam hal-hal penulisan. Passion kita dalam hal apa.

Semoga kita dapat menjadi penulis hebat dengan tips-tips yang telah diberikan secara iklas dan gratis oleh para pemateri, mampu mengaplikasikannya dalam realita, mengukir peristiwa dengan pena. Dengan izin Tuhan yang maha kuasa, insya Allah, semua bisa tercapai.

Semangat selalu, jangan lupa bersyukur dan berbahagia. Mari bermimpi Bersama, karena Tuhan akan menggenggam mimpi-mimpi kita.

Selasa, 10 Januari 2023

 Apa Hukum bersedekah / Selamatan 3,7,40,100 hari dan seterusnya?

سؤال ما حكم تهيئة الاطعمة من اهل الميت  لضيافة المعزين  يوم الوفاة  او غير ه وقصد بذلك التصدق عن الميت  فهل له ثواب ذلك التصدق ام لا ؟  الجواب  ان تهيئة الاطعمة يوم الوفاة او ثالث ايامها او سابعها  مكروهة  من حيث الاجتماع  والتخصبص  وتلك الكراهة لا تزيل ثواب الصدقة ( اعانة الطالبين ج٢ص١٤٥)

والتصدق عن الميت بوجه شرعى مطلوب  ولا  بتقيد  بكونه في سبعة ايام  او اكثر  او قل وتقييده ببعض الايام من العوائد فقط ،اما الطعام  الذى يجتمع عليه الناس ليلة دفن الميت المسمى بالوحشة  فهو مكروه مالم يكن من مال الايتام  والا فيحرم ( نهاية الزين شرح قرة العين ج٢ص٤)

 جميع ما يفعل مما ذكر في السؤال من البدع المذمومة لكن لا حرمة فيه الا ان فعل شيئ منه لنحو نائحة او رئاء ( الفتاوى الفقهية الكبرى)

Keterangan :

Dari ibarat-ibarat (analogi-analogi) yang ada pada beberapa kitab di atas ,dapat di pahami  bahwa :

1. Selamatan kematiaan hukumnya cuman makruh / bid'ah  makruhah

2. Hukum makruh  ini berlaku apabila tidak ada harta anak yatim ( anaknya mayit  yang belum balig ) dan tidak bertujuan niyahah dan ritsa' ,jika ada harta anak yatim  bertujuan niyahah atau ritsa' maka selamatan hukumnya haram

3. Hukum makruh  bukan pada dzatiah sedekahnya akan tetapi pada penentuan waktu dan harus dengan cara berkumpul Dengan  demikian pahala sedekah tetap ada ,dan bisa  sampai pada mayit  jika di hadiahkan .

Sumber: Kitab ‘ianatut Thalibin, Nihayatuz Zain Syarah Qurratul ‘ain dan al-Fatawa al-Fiqhiyyah al-Kubra


Senin, 09 Januari 2023

 

Resume ke-1 KBMN-28
Tanggal : 9 Januari 2023
Tema : Menulis Setiap Hari
Narasumber : Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd.
Moderator : Dail Ma’ruf, M.Pd.

Salam hangat kawan semua, malam yang luar biasa. Beruntung bagi saya sebagai pemula mendapatkan ilmu bagaimana bisa menulis.  Kesimpulannya hanya satu, semuanya harus dimulai. Semua hal besar pasti harus dimulai. Dan apapun yang hebat pasti ada awalnya.

Materi yang disampaikan oleh om Jay sungguh sangat luar biasa. Hal manis yang ia peroleh sekarang tidaklah instant. Butuh proses yang panjang dan kegigihan melawan rasa malas dan pesisimistis. Kuncinya pada kemampuan mengontrol diri sendiri.

Dari berbagai materi yang beliau sampaikan saya membuat beberapa kata kunci sebagai resume. Yaitu dipaksa, terpaksa, terbiasa, dan luar biasa

Dipaksa

Sesuatu yang dipaksakan memang tidak mengenakkan, apapun itu. Menikah dipaksa, belajar dipaksa, membaca dipaksa sampai menulispun harus dipaksa. Tapi yang Namanya manusia, adakalanya memang harus dipaksa. Kebiasaan buruk serta rasa malas yang telah mandarah daging perlu dilawan. Tidak bisa dengan mengandalkan diri sendiri, perlu komunitas dan teman yang satu pemahaman agar energi perlawanannya lebih besar.

Nah, dengan ikut kegiatan ini, KBNM, momentum perlawanan menghadapi diri yang telah tertidur mendapatkan jawaban. Dipaksa untuk menulis. Mau lulus ya harus nulis.

Terpaksa

Malam-malam yang seharusnya untuk istirahat harus terganggu. Pertandingan TIMnas yang biasanya tak pernah absen terlewatkan. Diri ini terpaksa membuka laptop dan memandangi materi dari om Jay yang dipandu oleh OM Dail Ma’ruf.

Berbagai sajian di hidangkan. Mulai dari biografi om Jay yang bikin orang minder, bagaimana tidak? Tulisannya luar biasa banyaknya. Walau belum terbaca semua, saya kira kualitasnya tidak diragukan lagi. Tak sampai disitu, banyak buku yang telah terbit dengan ISBN-nya. Penghargan-penghargaaan yang beliau raih serta kejuaran-kejuaraan yang telah diikuti.

Awal menulis OM Jay masih bingung, sampai akhirnya bertemu seseorang yang akhirnya menjadi titik awal kisah suksesnya dalam hal tulis menulis. Iya, sang kepala sekolah smk telah merubah diri om Jay.

Terbiasa

Kata terbiasa itu bisa terjadi alami bisa juga karena manipulasi. Tapi bukan manipulasi negative melainkan sebaliknya. Positif. Om Jay terbiasa menulis setelah dipaksa dan terpaksa melakukannya. Dengan membikin semboyan untuk dirinya sendiri ‘’menulislah setiap hari dan lihatlah apa yang akan terjadi” belia terbiasa menulis. Apapun yang terjadi, karena telah tersettting sedemikian rupa.

Kebiasaan menulis membudaya atau boleh dikatakan menjadi tabiat serta karakter, seperti umumnya atlet yang harus berlatih setiap hati begitulah Om Jay. Sehari saja tidak menulis pastilah ada sesuatu yang kurang lengkap dihidupnya. Mungkin merasa bersalah dan tidak nyaman.

Luar bisa

Setelah mengalami proses yang panjang, om Jay memetik hal-hal yang luar biasa yang tak pernah terpikirkan sebelumnya. Puncaknya beliau mendapat undangan ke Istana Negara untuk bertemu dengan orang nomor satu di negeri ini. Betapa bangganya? berbicara langsung bahkan memberikan saran untuk kemajuan pendidikan bagi kepentingan anak bangsa.


Hal luar biasa lain yang di dapat adalah tenarnya nama beliau. Siapa sekarang pendidik yang tidak mengenal nama beliau? Setiap kali searcing di google, blogger terkenal, nama Wijaya Kusumah muncul. Namanya setenar nama bunga yang melegenda. Bunga Wijaya Kusuma.

Jadi, jika ingin seperti om Jay, hobi yang dibayar, diundang kemana-mana, sampai royalti mengalir tanpa henti. Mari kita paksa diri, tak apa terpaksa, agar kita terbiasa, sehingga ujungnya menjadi luar biasa. Terimakasih.

Minggu, 08 Januari 2023


Air Hujan masih menghiasi malam minggu ini. Tak ada lagi rekan guru yang tertangkap oleh mataku di ruang guru . Sendiri , aku berdiri menyanyikan lagi kebangsaan di acara pembukaan kbmn ke-28. Ratusan orang dari berbagai daerah tampak mengikuti via zoom. Wajah-wajah penuh semangat memenuhi laptopku.


Satu demi satu saya simak dan dengarkan pemateri, banyak ilmu yang belum pernah kudapat sebelumnya. Semuanya tentang menulis. Sebuah cara manusia memahat keabadian melawan waktu. Aku tertarik dengan salah satu pemateri yang mengatakan menulislah setiap hari dan lihatlah apa yang terjadi. Terdengar sederhana tapi dalam maknanya. Ada nilai-nilai yang dapat diambil disana. Setidaknya ada tiga . Aksi, kontinyu dan hasil.

Aksi

Menulis memerlukan aksi, tanpa aksi ide hanya ide, gagasan hanya ada di kepala.  Memulai apapun selalu lebih sulit. Begitulah adanya. Bingung mau menulis apa, diawali apa, bagaimana kalau jelek, diejek. Setumpuk rayuan setan ada dikepala. Maka perlu aksi. Menulislah.

Kontinyu.

Manusia bukan robot, yang kaku. Kita fleksibel dinamis bukan statis. Maka kata kontinyu dalam arti “keajekan” tak semua manusia bisa apalagi dalam jangka waktu lama. Seminggu, sebulan setahun atau berapapun waktunya ada potensi luntur kontinuitas itu. Tak salah jika dalam Bahasa agama kontinyu atau istiqomah itu lebih hebat dari pada seribu karamah. So,  Menulis setiap hari bukan perkara mudah, dengan berbagai kesibukan yang melanda. Tapi itu bukan kemustahilan. Aksi dan kontiunitas harus seiya sekata. Mari mencoba.

Hasil

Butuh waktu untuk mendapatkan yang kita inginkan, yang kita tanam maka itulah yang kita tuai. Perih berbuah tawa. Kata seorang kawan, entah dari mana dia mengambil ” usaha takkan menghianati hasil”. Hasil dari yang kita tulis tak tahu nanti apa. Tapi, dengan keyakinan semua bisa menjadi nyata. Syaratnya aksi dan kontinyu tadi tak boleh lupa.

Ada beberapa lagi yang saya ingat sebenarnya dari pemateri kemaren, ikatlah ilmu dengan menulis.  Mengabadikan pengetahuan dengan tinta. Orang dulu mengibaratkannya sepeti kita mengikat hewan buruan dengan tali, agar tak lari maka harus di ikat dengan tali,.

Selanjutnya terkait mekanisme dan persyaratan agar lulus dan mendapatkan sertifikat. Membikin 30 resume dari setiap pemateri serta menerbitkan buku solo. Memancing rekan-rekan antusias bertanya.

Terakir yang saya ingat, Karena ini zaman digital, maka perlu mengupluad tulisan kita di web, pemateri menyarankan blog yang mudah dan efisien. Bisa dipelajari sendiri. Selain itu tulisan yang kita buat bisa diakses oleh orang seluruh dunia.

Termaksih. Semoga kita semua dapat lulus dan memperoleh seperti yang kita harapkan. Selamat menulis.

Kamis, 29 Desember 2022

Ada kata bijak berbunyi, jangan lupa bahagia. Begitulah seharusnya pembelajaran harus dilakukan secara bahagia. wajib hukumnya. Tak ada ruang lagi untuk pembelajaran yang membosankan.

Kenapa belajar harus bahagia? 

Karena buat apa belajar kalau tidak bahagia. Sederhananya begini, belajar merupakan salah satu aktifitas yang ada dalam kehidupan. Tujuan kehidupan adalah mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat, nah, maka dari itu belajar harus bahagia juga dong. Mulai dari perencanaan, prosen maupun evalusinya.  Tinggal pandai-pandainya kita sebagai guru sekaligus pendidik mengemas itu semua dengan cover kebahagiaan. ayooo bapak ibu guru pada siap kan? hehe

Bagaimana caranya?

Pertama kuncinya ada pada kita, sang guru. bagaimana kita menciptakan suasana yang sebahagia mungkin. semenarik mungkin dan tentunya memahami suasana serta kondisi peserta didik. Guru sebagai panglima dalam kelas harus cakap dan menguasi berbagai hal yang diperlukan untuk menciptakan suasan yang bahagia tersebut.

Apa saja yang diperlukan?

Seorang guru pasti sudah mengalami proses untuk menjadi guru. Dalam proses tersebut kita belajar berbagai keilmuan. dengan ilmu itu kita dituntut untuk lihai meraciknya menjadi "masakan yang enak dan bergizi" bagi peserta didik. kuncinya pada pribadi kita masing-masing.  Diperlukan pengalaman dan jam terbang yang banyak untuk mencapai itu semua. mari kita berusaha berproses menjadi panglima kebahagiaan dalam pendidikan. Terimakasih