Just another free Blogger theme

Pengelola

Foto saya
Pati, Jawa Tengah, Indonesia
Sugiharto, S.Pd.I, M.Pd. Lahir di Pati Jawa Tengah. 19 September 1990. Menempuh pendiidkan Mulia dari RA. Masyithah (1997), SD Kertomulyo II (2003), MI Miftahul Huda (sore 2004), MTs Raudltul Ulum (2007), MA Raudltul Ulum (2010) semuanya berada di Pati Jawa Tengah. Kemudian melanjutkan Pregram sarjana di STIT Al-Fattah siman Lamongan Jurusan PAI Lulus Tahun 2014. Lalu mengambil Program Magister di UIN Sunan Kali Jaga Fakultas Tarbiyah lulus 2019. Mengabdikan diri di MAN 1 Brebes 2019-2024, MAN 2 PATI dan Kemenag Pati

Rabu, 25 Januari 2023

 

Makruh dalam wudhu

 


واما مكروهاته فاثنا عشر 

 

 

Kemakruhan wudhu ada 12

 

الاسراف في الماء  وتقديم اليسرى على اليمين  والزيادة على ثلاث والنقص منها  والاستعانة بمن يطهر اعضاءه بلا عذر بخلاف الاستعانة في صب الماء فانها خلاف الاولى واما الاستعانة في احضار الماء  فلا باس بها  والاستاك للصائم  بعد الزوال  والمبالغة في المضمضة  والاستنشاق للصائم  والتكلم  في حال الوضوء  بغير ذكر ودعاء  وتنشيف الاعضاء  ونفضها  بغير عذر  ومسح الرقبة ، والوضوء في بيت الخلاء

 

1.       1.Berlebihan memakai air

2.       2.Mendahulukan anggota kiri mengakhirkan anggota kanan

3.       3.Menambah ,tiga ambalan dan. Mengurangi tiga ambalan

4.       4.Meminta tolong kepada orang untuk membersihkan anggota wudhu tanpa ada nya uzdur  berbeda minta tolong untuk  menuangkan air , itu hilaf ula

5.       5.Adapun minta tolong untuk menghadirkan air tidak berbahaya

6.       6.Siwakan bagi orang yang puasa setelah tergelincirnya matahari ke arah barat

7.       7.Berlebihan dalam berkumur bagi orang berpuasa

8.       8.Berlebihan dalanm menghirup air ke hidung  bagi orang yang berpuasa.

9.       9.Berbicara ketika berwudhu tanpa berdoa

10.   10.Mengusap anggota dengan kaien ( anduk )

11.   11.Menepis nepis ( ngipat ngipat no  anggota badan ) tanpa ada uzdur

12.   12.Berwudhu di wc.

Rabu, 18 Januari 2023

Banyak perbedaan pendapat terkait hal-hal yang membatalkan wudlu. Satu imam madzhab memiliki pendapat yang kadang sangat bertentangan dengan pendapat imam yang lain. Adapun mayoritas orang islam di Indonesia menganut madzhabnya Imam Syafii yang mengatakan bahwa besentuhan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram dapat membatalkan wudlu. Bersentuhan tersebut ternyata ada pengecualian. Yaitu Ketika bersentuhannya rambut, gigi dan juga kuku. Hal tersebut sesuai dengan pendapat ulama sebagai berikut:

ولا ينقض لمس الشعر والظفر والسن على الراجح  لان معظم الا لتلذاذ بهذه الاشياء بالنظر  فليست في مظنة الشهوة  باللمس

 

Tidak membatal kan wudhu bersentuhan rambut ,gigi , dan kuku.

 


                     Makruh dalam wudhu

 

واما مكروهاته فاثنا عشر 

 

Kemekruhan wudhu ada 12

 

الاسراف في الماء  وتقديم اليسرى على اليمين  والزيادة على ثلاث والنقص منها  والاستعانة بمن يطهر اعضاءه بلا عذر بخلاف الاستعانة في صب الماء فانها خلاف الاولى واما الاستعانة في احضار الماء  فلا باس بها  والاستاك للصائم  بعد الزوال  والمبالغة في المضمضة  والاستنشاق للصائم  والتكلم  في حال الوضوء  بغير ذكر ودعاء  وتنشيف الاعضاء  ونفضها  بغير عذر  ومسح الرقبة ، والوضوء في بيت الخلاء

 

1 .Berlebihan memakai air

2. Mendahulukan anggota kiri mengakhirkan anggota kanan

3.Menambah ,tiga ambalan dan. Mengurangi tiga ambalan

4.Meminta tolong kepada orang untuk membersihkan anggota wudhu tanpa ada nya uzdur  berbeda minta tolong untuk  menuangkan air , itu hilaf ula

5 Adapun minta tolong untuk menghadirkan air tidak berbahaya

6, Siwakan bagi orang yang puasa setelah tergelincirnya matahari ke arah barat

7. Berlebihan dalam berkumur bagi orang berpuasa

8 . Berlebihan dalanm menghirup air ke hidung  bagi orang yang berpuasa.

9. Berbicara ketika berwudhu tanpa berdoa

10 Mengusap anggota dengan kaien ( anduk )

11 . Menepis nepis ( ngipat ngipat no  anggota badan ) tanpa ada uzdur

12 . Berwudhu di wc.


Selasa, 17 Januari 2023

 

وسننه عشرة  اشياء

 

Adapun sunnah sunnah whudhu ada sepuluh perkara :

 التسمية  وغسل الكفين قبل ادخالهما الاناء والمضمضة والاستنشاق  ومسح جميع الراس ومسح الا ذنين ظاهر هما وباطنهما بماء جديد وتخليل اللحية الكثفة وتخليل اصابع اليدين  والرجلين  وتقديم اليمنى على اليسرى  والطهارة ثلاثا ثلاثا والموالاة

Ø          >Baca basmalah

Ø          >Membasuh kedua tapak tangan hingga sampai ke  batas dua pergelangan

Ø          >Berkumur dan menghirup air ke hidung 

Ø          >Meratakan usapan keseluruh kepala .

Ø          >Mengusap kedua telinga

Ø          >Memasukan air ke dalam sela sela  jenggot  yang lebat bagi orang laki laki

Ø         >Memasukan air ke dalam sela sela  jari jari kedua tangan dan kedua kaki .

Ø          >Mendahulukan tangan maupun  kaki  yang kanan dari pada yang sebelah kiri .

Ø          >Mengulang tiga kali pada pembahasuaan dan penggusapan anggota

Ø          >Muwalah ( susul menyusul )


Perkara Yang Membatalkan Wudhu

والذى ينقض الوضوء ستة اشياء

 

Perkara yang membatalkan wudhu ada 6 perkara

  ما خرج من السبيلين  والنوم  على غير هيئة  المتمكن  وزوال العقل  بسكر  او مرض

Ø      1.Adanya sesuatu yang keluar dari salah satu dari dua jalan ,yaitu qubul dan dubur

Ø      2.Tidur pada posisi  pantat tidak menetap  di atas tanah yang ia duduki diatasnya

Ø      3.Hilang akalnya

  ولمس  الرجل المراة الاجنبية من غير حائل

Ø      4.Sentuhan seorang laki laki terhadap orang perempuan lain yang bukan mahrimnya tanpa ada pemisah ( aling aling )

Ø      Batas usia anak membatalkan wudhu

وقال شيخان يوسف السنبلاويني  فاذا بلغ الولد سبع سنين فانه ينتقض باتفاق

مرقاة صعود التصديق  بشرح  سلم التوفيق ص ٣١

Syeh Yusuf berkata : ketika anak sudah usia 7 tahun di sentuh lain jenis bisa membatalkan wudhu

  ومس فرج الادمى بباطن الكف  ومس حلقة دبره على الجديد 

 

Ø      5.Menyentuh alat kelamin anak adam dengan bagian dalam nya tapak tangan

Ø      6.Menyentuh lingkaran dubur anak anak adam


Sabtu, 14 Januari 2023

قال الفقيه رحمه الله تعالى حدثنا البو القاسم عبد الرحمن  بن محمد الشاباذى قال حدثنا فارس بن مردويه قال حدثنا محمد بن الفضل قال حدثنا محمد بن عبيد قال حدثنا ابراهيم قال حدثنا ابو معاوية عن بشر بن سلمان عن عبيد عن ابان بن اسحق عن الصباح بن محمد البجلى عن مرة الهمدانى عن عبدالله ابن مسعود قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم

 

Al Faqih Abu Allaist berkata saya di critani dan seterusnya.....,  Abdullah bin Masud  berkata ,Baginda Nabi SWA Bersabda :

 

والذى نفسى بيده لا يسلم عبد  حتى يسلم الناس من قلبه  ولسانه ويده

 

Demi Allah yang menguasai badan / diri saya ! Seorang hamba tidak bisa menjadi islam dengan sempurna jika para muslimin belum  merasa selamat dari kejelekan hati, mulud , tanganya

 

ولا يؤمن عبد حتى يأمن جاره بوائقه قلنا يارسول الله وما بوائقه قال غشه وظلمه

 

Dan seorang hamba tidak bisa menjadi seorang mukmin yang sempurna  jika tetangganya belum merasa aman dari penganingayaan orang itu ,

Para sabat bertanya : Wahai Rasulullah  apakah bawaiq itu ?

Baginda menjawab : tipu daya ( sabotase / hoax ) dan penganiayaan yang dilakukannya

Mari bertetangga yang baik. 

 

Kamis, 12 Januari 2023

1.      1. Kalimat mewakilkan wali (tawkil wali) dari wali yang berupa ayah kandung pengantin perempuan kepada orang lain yang ditunjuk:


Saudara ...... (nama orang yang mau mewakili) saya mewakilkan kepada Anda untuk menikahkan anak perempuan saya ...... (nama pengantin perempuan) dengan Saudara ..... (nama pengantin laki-laki) bin ...... (nama bapak pengantin laki-laki) dengan maskawin ...... (sebutkan jenis dan nominal maskawinnya) dibayar tunai.”

Contoh: “Saudara Arya, saya mewakilkan kepada Anda untuk menikahkan anak perempuan saya Falestinah Taukidiyyah dengan saudara Sofyan Wahidan dengan mas kawin uang satu juta rupiah dibayar tunai.”

2.     2. Kalimat mewakilkan wali (tawkil wali) dari wali yang bukan ayah kandung pengantin perempuan kepada orang lain yang ditunjuk:

“Saudara ...... (nama orang yang mau mewakili) saya mewakilkan kepada Anda untuk menikahkan cucu / saudara perempuan / keponakan / saudara sepupu (pilih salah satu hubungan antara pengantin perempuan dengan wali) saya ...... (nama pengantin perempuan) binti ...... (nama ayah pengantin perempuan) dengan saudara ...... (nama pengantin laki-laki) bin ...... (nama ayah pengantin laki-laki) dengan mas kawin ...... (sebutkan jenis dan nominal mas kawinnya) dibayar tunai.”

Contoh: “Saudara Pandu, saya mewakilkan kepada Anda untuk menikahkan saudara perempuan saya Barakatul Itqiyyah binti Ramlan dengan saudara Mustofa dengan mas kawin uang satu juta rupiah dibayar tunai.” 

Setelah sang wali mengucapkan kalimat perwakilan tersebut kemudian orang yang menerima perwakilan menjawab, “Saya terima perwakilan Anda.”   

Rabu, 11 Januari 2023

1.      Bacaan Ijab Kabul dalam Bahasa Indonesia


  Ø Kalimat ijab yang dilakukan sendiri oleh wali yang berupa ayah kandung pengantin perempuan:

IJAB: “Saudara .....(nama pengantin laki-laki) bin ...... (nama bapak pengantin laki-laki) Saya nikahkan dan saya kawinkan Anda dengan anak perempuan saya ....... (nama pengantin perempuan) dengan maskawin .......... (sebutkan jenis dan nominal maskawinnya) dibayar tunai.”

 

Contoh: “Saudara Ali Ya’kub bin Zainal Abidin, saya nikahkan dan saya kawinkan Anda dengan anak perempuan saya Salwa Maisaroh dengan mas kawin uang satu juta rupiah dibayar tunai.”

 

QABUL (JAWABANNYA): “Saya terima nikahnya dan kawinnya (nama pengantin perempuan) binti (nama ayah pengantin perempuan) dengan mas kawinnya yang tersebut, tunai.”

 

Contoh: “Saya terima nikahnya dan kawinnya Salwa Maisaroh binti Herman Wijaya dengan mas kawinnya yang tersebut, tunai.”

 

Ø Kalimat ijab yang dilakukan oleh wali sendiri yang bukan ayah kandung pengantin perempuan:

IJAB: “Saudara .....(nama pengantin laki-laki) bin ...... (nama bapak pengantin laki-laki) Saya nikahkan dan saya kawinkan Anda dengan cucu/saudara perempuan/keponakan/saudara sepupu (pilih salah satu hubungan antara pengantin perempuan dengan wali) saya ....... (nama pengantin perempuan) binti ...... (nama bapak pengantin perempuan) dengan mas kawin .......... (sebutkan jenis dan nominal mas kawinnya) dibayar tunai.”

 

Contoh: “Saudara Bima bin Sanuri, Saya nikahkan dan saya kawinkan Anda dengan keponakan saya Salma binti Badruz Zaman dengan mas kawin dua juta rupiah dibayar tunai.”

QABUL (JAWABANNYA): “Saya terima nikahnya dan kawinnya Salma binti Badruz Zaman dengan mas kawinnya yang tersebut, tunai.”

 

Ø Kalimat ijab yang dilakukan oleh orang yang mewakili wali pengantin perempuan: ‘Saudara .....(nama pengantin laki-laki) bin ...... (nama bapak pengantin laki-laki) Saya nikahkan dan saya kawinkan Anda dengan  ....... (nama pengantin perempuan) binti ...... (nama bapak pengantin perempuan) yang walinya telah mewakilkan kepada saya untuk menikahkannya dengan Anda dengan mas kawin .......... (sebutkan jenis dan nominal mas kawinnya) dibayar tunai.”

 

Contoh: “Saudara Haryanto bin Muslim, Saya nikahkan dan saya kawinkan Anda dengan  Aisyah binti Ramli yang walinya telah mewakilkan kepada saya untuk menikahkannya dengan Anda  dengan mas kawin uang satu juta rupiah dibayar tunai.”

 

QABUL (JAWABANNYA): Saya terima nikah dan kawinnya Aisyah binti Ramli dengan mas kawin tersebut dibayar tunai.”  

2.  Kalimat ijab dengan bahasa Arab

Ø Kalimat ijab yang dilakukan sendiri oleh wali yang berupa ayah kandung pengantin perempuan:

   

أَنكَحْتُكَ وَزَوَّجْتُكَ مَخْطُوْبَتَكَ بِنْتِي ...... بِمَهْرِ ...... حَالً

Ankaḫtuka wa zawwajtuka makhthûbataka bintî ...... bi mahri ...... hâlan

 

Artinya: “Saya nikahkan kamu dan saya kawinkan kamu dengan perempuan pinanganmu anakku ...... dengan mas kawin ...... tunai.”


Contoh:

أَنكَحْتُكَ وَزَوَّجْتُكَ مَخْطُوْبَتَكَ بِنْتِي فَاطِمَةٌ بِمَهْرِ اَدَاوَاتِ الصَّلَاةِ حَالً

Artinya: “Saya nikahkan kamu dan saya kawinkan kamu dengan perempuan pinanganmu anak perempuanku Fathimah dengan mas kawin seperangkat alat solat dibayar, tunai.”

 

QABUL (JAWABANNYA):

 

قَبِلْتُ نِكَاحَهَا وَتَزْوِيْجَهَا بِالْمَهْرِ المذْكُوْرِ حَالًا

Qabiltu nikâahâ wa tazwîjahâ bil mahril madzkûr halan

Artinya: “Saya terima nikah dan kawinnya dengan mas kawin tersebut dibayar, tunai.”

 

Ø Kalimat ijab dengan bahasa Arab yang diucapkan sendiri oleh wali yang bukan ayah kandung pengantin perempuan:   

 

أَنكَحْتُكَ وَزَوَّجْتُكَ مَخْطُوْبَتَكَ ...... بِنْتَ ...... الَّتِي وَكَّلَنِي وَلِيُّهَا بِمَهْرِ ...... حَالًا


Ankatuka wa zawwajtuka makhthûbataka ...... binta ...... allatî wakkalanî waliyyuhâ bi mahri ...... hâlan

 

Artinya: “Saya nikahkan kamu dan saya kawinkan kamu dengan perempuan pinanganmu ...... binti ...... yang walinya telah mewakilkan kepada saya dengan mas kawin ......dibayar tunai.”    

 

Contoh:

أَنكَحْتُكَ وَزَوَّجْتُكَ مَخْطُوْبَتَكَ عَائِسَةَ بِنْتَ مُسْلِمٍ الَّتِي وَكَّلَنِي وَلِيُّهَا بِمَهْرِ اَدَاوَاتِ الصَّلَاةِ حَالًا

Ankatuka wa zawwajtuka makhthûbataka Aisyah binta muslimin allatî wakkalanî waliyyuhâ bi mahri adawatis solat hâlan

 

Artinya: “Saya nikahkan kamu dan saya kawinkan kamu dengan perempuan pinanganmu Aisyah binti muslimin yang walinya telah mewakilkan kepada saya dengan mas kawin seperangkat alat solat dibayar tunai.”

 

QABUL (JAWABANNYA):

 

قَبِلْتُ نِكَاحَهَا وَتَزْوِيْجَهَا بِالْمَهْرِ المذْكُوْرِ حَالًا

 

Qabiltu nikâahâ wa tazwîjahâ bil mahril madzkûr

Artinya: “Saya terima nikah dan kawinnya Aisyah binti muslimin dengan mas kawin tersebut dibayar tunai.”

 

Ø Kalimat ijab dengan bahasa Arab yang diucapkan oleh orang yang mewakili wali:



أَنكَحْتُكَ وَزَوَّجْتُكَ مَخْطُوْبَتَكَ اُسْوَة بِنْتَ فَائِز الَّتِي وَكَّلَنِي وَلِيُّهَا بِمَهْرِ اَدَاوَاتِ الصَّلَاةِ   حَالًا

Ankatuka wa zawwajtuka makhthûbataka uswah binta Faiz allatî wakkalanî waliyyuhâ bi mahri adawatis solat hâlan

 

Artinya: “Saya nikahkan kamu dan saya kawinkan kamu dengan perempuan pinanganmu Uswah binti Faiz yang walinya telah mewakilkan kepada saya dengan mas kawin ...... tunai.”

 

QABUL (JAWABANNYA):

 

قَبِلْتُ نِكَاحَهَا وَتَزْوِيْجَهَا بِالْمَهْرِ المذْكُوْرِ حَالًا

 

Qabiltu nikâahâ wa tazwîjahâ bil mahril madzkûr

Artinya: “Saya terima nikah dan kawinnya Aisyah binti muslimin dengan mas kawin tersebut dibayar tunai.”

 




 



Selasa, 10 Januari 2023

 Apa Hukum bersedekah / Selamatan 3,7,40,100 hari dan seterusnya?

سؤال ما حكم تهيئة الاطعمة من اهل الميت  لضيافة المعزين  يوم الوفاة  او غير ه وقصد بذلك التصدق عن الميت  فهل له ثواب ذلك التصدق ام لا ؟  الجواب  ان تهيئة الاطعمة يوم الوفاة او ثالث ايامها او سابعها  مكروهة  من حيث الاجتماع  والتخصبص  وتلك الكراهة لا تزيل ثواب الصدقة ( اعانة الطالبين ج٢ص١٤٥)

والتصدق عن الميت بوجه شرعى مطلوب  ولا  بتقيد  بكونه في سبعة ايام  او اكثر  او قل وتقييده ببعض الايام من العوائد فقط ،اما الطعام  الذى يجتمع عليه الناس ليلة دفن الميت المسمى بالوحشة  فهو مكروه مالم يكن من مال الايتام  والا فيحرم ( نهاية الزين شرح قرة العين ج٢ص٤)

 جميع ما يفعل مما ذكر في السؤال من البدع المذمومة لكن لا حرمة فيه الا ان فعل شيئ منه لنحو نائحة او رئاء ( الفتاوى الفقهية الكبرى)

Keterangan :

Dari ibarat-ibarat (analogi-analogi) yang ada pada beberapa kitab di atas ,dapat di pahami  bahwa :

1. Selamatan kematiaan hukumnya cuman makruh / bid'ah  makruhah

2. Hukum makruh  ini berlaku apabila tidak ada harta anak yatim ( anaknya mayit  yang belum balig ) dan tidak bertujuan niyahah dan ritsa' ,jika ada harta anak yatim  bertujuan niyahah atau ritsa' maka selamatan hukumnya haram

3. Hukum makruh  bukan pada dzatiah sedekahnya akan tetapi pada penentuan waktu dan harus dengan cara berkumpul Dengan  demikian pahala sedekah tetap ada ,dan bisa  sampai pada mayit  jika di hadiahkan .

Sumber: Kitab ‘ianatut Thalibin, Nihayatuz Zain Syarah Qurratul ‘ain dan al-Fatawa al-Fiqhiyyah al-Kubra